KATAKAN PADA KESEPIAN BAHWA AKU MASIH PUNYA IMPIAN
Kadang aku berpikir bahwa setiap orang memang pasti akan berubah seiring berjalannya waktu. Entah karena pengalaman baru yang lebih menyenangkan atau cerita di masa lalu yang menyeramkan. Aku selalu berpikir bahwa hidup akan mengantarkan kita pada satu titik yang kita sendiri tidak tau harus kemana. Hanya jalan lurus tanpa persimpangan. Tanpa arah petunjuk yang terpampang. Hanya jalanan yang sepi dan sendiri.
Pemuda itu bernama Bintang. Dia telah lama dirundung oleh kesepian. Teman-temannya kini telah jauh bersebrangan. Bekerja dan mulai menata hidup masing-masing. Dia merasakan kesepian, meski sesekali dia menyapa dirinya sendiri. Di depan cermin yang tidak begitu bening. Dia berkata pada dirinya sendiri, “kira-kira ini jalannya mau ke mana?” na’as bagi dia. Pantulan bayangannya tidak memberikan sebuah jawaban.
Di siang yang tidak terang oleh matahari. Awan mulai berkumpul menutupi daratan. Nampak seperti akan hujan. Bintang berjalan keluar dengan payung hitam yang dia bawa. Tidak dia buka. Tidak juga dia bawa menggunakan dua tangan. Hanya tergenggam erat di tangan sebelah kanannya. Sedang perasaannya yang bercampur aduk mulai mempertanyakan tentang kesedihan. Tentang kesepian. Dan kesendirian.
“Hobinya mulai membawa dia ke dunia yang baru,dunia penuh petualangan bersama dirinya sendiri. Menempuh perjalanan panjang yang dia tidak pernah tau ujungnya ada di mana.”
Di sebuah kota yang mendapat julukan “Dream are come.” Bintang memulai petualangannya. Berlari menyusuri kota dengan melompat dari gedung-gedung tinggi. Dia menghindar dari kejaran polisi kota yang mengejarnya. Dengan lincah dan cepat, dia mengelabuhi semua polisi di sana. Sesekali di menoleh ke arah belakang untuk memastikan. Sambil mendegarkan suara sirine yang terus bergeming di antara panggilan-panggilan para polisi itu.
“Hey, berhenti. Jangan lari.”
Dengan semangat, Bintang berteriak, “Aku tidak akan berhenti, kecuali kalian dapat menangkapku. Ayo kejar aku.”
Aksi kejar-kejaran mereka berhenti di sebuah toko senjata ilegal yang berkedok sebagai swalayan. Bintang masuk dengan cepat. Dan seperti biasa, penjaga toko itu tidak menegurnya. Namun justru bertanya kepada Bintang setelah polisi yang mengejarnya tidak lagi terlihat.
“Kau berulah apa lagi kali ini?” tanya si penjaga toko kepada Bintang.
“Kau tau Kinan. Kali ini aku mendapatkan sebuah telur emas yang berharga. Aku mendapatkannya dari gudang antik milik Mr. James yang biasa digunakan sebagai tempat singgah barang-barang pelelangan.”
“Ini sudah kali ke sepuluh, kau dikejar oleh polisi dan masuk kemari, Bintang.”
“Tenang saja, aku tidak akan melibatkan dirimu dalam setiap aksi petualanganku.”
Kinan, si penjaga toko yang menjadi teman satu-satu bagi Bintang. Tempat biasa untuk dia menitipkan barang hasil curiannya sebelum di jual di pasar gelap. Kinan juga adalah salah satu petinggi di sebuah perkumpulan mafia, bisnis yang dia pegang adalah sebagai pemasok senjata. Beberapa orang yang lain akan takut, jika Kinan sudah memulai aksi perampokannya.
Di satu malam, saat gedung parlemen sedang ramai karena sebauah rapat penting yang mengurus tentang lembaga kemasyarakatan. Kinan beserta lima puluh anggotanya mengepung gedung itu, menjatuhkan semua polisi yang sudah bersiaga dengan senyap. Menyandra beberapa petinggi pemerintahan untuk tidak meresmikan peraturan tentang lembaga masyarakat. Kinan punya pribadi yang menarik, dia tidak pernah merampok untuk sebuah uang. Tapi dia merampok untuk kemaslahatan kaum bawah dan pinggiran.
Komentar