Pemberani
Hal yang tak pernah Naila sangka akhirnya terdengar oleh ke dua telinganya. Saat itu suasana kota Surabaya sedang panas-panasnya, Nabila datang menghampirinya bersama setumpuk laporan di kedua tangannya, "Nai, ini berkas lanjutan yang kemarin. Sama ini, Ada undagan nikah buat Lo, dari Andra." Andra, laki-laki dengan tinggi kira-kira seratus tujuh puluh an yang selalu berdandan rapi saat pergi ke kantor itu akhirnya membagikan kabar bahagianya kepada Naila. Melalui undangan yang dititipkan kepada Nabila, Naila bertanya, "kok dia nggak kasih sendiri undangannya ke gue?" "Wah, nggak tahu ya. Gue cuma dititipin gitu sama dia. Kalau alasannya tadi gue lupa tanyain. Coba lo kontak dia sendiri, deh." Naila menerima setumpuk berkas dari Nabila sekaligus satu tanya yang membuatnya berpikir keras tentang Andra. Naila tahu, kalau sebenarnya Andra adalah sosok ideal yang Naila impikan, namun satu kata dari sebuah pesan yang Andra kirimkan membuatnya sadar bahwa sebena...