TUTUP BUKU, BUKA LEMBARAN BARU CHAPTER 1.1
Hey, Gimana kabarnya? Aku udah lama ngga ngobrol langsung sama kamu. Kamu pasti lagi tidur sekarang. Aku ngga tau harus mulai ceritanya dari mana. Semua tiba-tiba terjadi gitu aja. Kamu hilang tanpa kabar dan ketika aku hibungi kamu malam itu, yang aku denger di telinga aku bukan suara kamu lagi. Tapi suara laki-laki lain yang aku nggak tau dia itu siapa. Yang lebih mengerikan di waktu itu adalah aku tau fakta kalau kamu nggak ceritain tentang aku ke orang baru itu sebagai apa. Memang sih, kita nggak punya hubungan apapun. Dan sepertinya salah aku juga yang terlalu berharap sama kamu buat jadi siapa-siapa kamu, padahal aku udah tau kalau kamu nggak ada rasa sama aku.
Malam ini jam 2 dini hari. Aku yang baru aja selesaiin sebagian tugas dari kantor, masih belum bisa tidur. Dan playlist musik yang aku putar saat ini adalah lagu-lagu dari NIKI. Iya, lagu-lagu mellow yang buat aku keinget sama kamu lagi. Dan karena kita udah lama nggak saling berbagi kabar lagi, aku putuskan buat bikin tulisan ini dengan harapan aku bisa lepasin semua rasa yang ada. Rasa kangen, yang selama ini sempet buat aku tersiksa tapi sekarang sudah reda.
Sebenernya sudah lama aku ingin mulai nulis lagi. Tapi rasanya susah. Nggak tau kenapa alasannya. Mungkin karena tiap kali aku mau nulis lagi aku nggak bisa jujur sama perasaan aku sendiri. Sepertinya aku masih terjebak sama kamu. Ingatan yang sempet terulang lagi waktu aku coba buat lupain kamu, meski nyatanya nggak bisa. Dan nggak akan pernah bisa.
Kamu sendiri gimana kabarnya sekarang? Aku lihat di postingan sosial media kamu, kamu sering banget unggah foto atau video sama cowok. Itu cowok baru kamu ya? Kalau iya, aku mau ucapin selamat jadian buat kamu dan dia. Semoga suatu saat nanti kamu baca tulisan aku yang ini ya. Nggak berharap buat kamu biar tau sih. Cuma pengin pastiin aja, kalau sebenernya waktu aku tulis tulisan ini, aku udah berdamai sama keadaan. Aku mulai belajar banyak hal dari awal lagi. Salah satunya adalah tentang hal yang harus kita ikhlasin buat pergi tanpa harus melupakan. Memang sih, tulisan aku yang ini nggak bagus-bagus amat. Tapi semoga aja dari tulisan ini aku bisa terbitkan jadi buku.
Oh iya, kira-kira kamu masih inget tidak? Kalau dulu itu aku punya mimpi buat bisa terbitin buku aku sendiri. Aku pengin banget jadi penulis dengan karya buku yang di mana-mana dan bisa dibaca sama siapa aja, dari mana aja. Jadi penulis yang bisa hidup dari karya buku-bukunya. Bisa keliling dunia dari hasil aku nulis dan terbitin buku.
Kalau kata kamu dulu waktu kita masih sering saling berbagi kabar dan cerita, kamu bilang ke aku “SEMOGA DOA BAIK MAS BISA TERWUJUDKAN”. Dan harapan itu masih aku simpan dengan baik sampai sekarang. Aku masih yakin kalau suatu saat nanti aku akan jadi orang yang didatangi oleh uang dan orang-orang baik. Bukannya aku berharap bisa punya uang banyak. Tapi, kamu pasti tau alasannya. Karena aku ingin bantu banyak orang dan bantu mereka semua buat bahagia. Keluarin tawa dengan riang dan ikhlas.
Kalau sekarang, nggak ada lagi yang tiba-tiba kirim pesan ke aku dengan panggilan “MAS” dan emot nangis kayak kamu. Yang nunjukin kalau kamu ingin cerita dan didengarkan. Yang tiba-tiba aja nangis karena sebuah hal atau tiba-tiba. Dan hal pertama yang biasa aku tanyakan adalah, “Sudah habis berapa lembar tisu?”
Lalu kamu jawab, “Ih mas, aku nggak cengeng tau.”
Meski kamu nggak mau dibilang cengeng, tapi nyatanya kamu nangis. Dan aku bersyukur, karena aku jadi orang yang pertama kali kamu hubungin waktu itu. Rasanya seneng sih. Kalau sekarang, kamu masih cengeng atau nggak?
“Hi. Still have that sweet smile? We haven't spoken in a long time. Yes, I miss you. I Miss our daily stories about the things we do every day. Sometimes I feel this alone on long lonely nights. Do you feel it too? Honestly, I don't really care whether you feel the same way or not. Seriously, I didn't. But, that's a lie for a certain day. Because until now, I still haven't met anyone like you. Who can be chatted with as is. Simple even with just a few words. No one”.
***
Komentar