TUTUP BUKU, BUKA LEMBARAN BARU CHAPTER 1.2
Udah dua tahun ya. udah lama dan nggak kerasa banget, kita nggak lagi saling kasih kabar lagi. Kamu lagi apa sekarang? Aku kangen kamu. Tapi aku bisa apa? Mau kirim pesan lagi, juga aku merasa kalau kamu nggak akan bales juga. Jadi buat apa? Toh mungkin aja kamu nggak akan bales pesan aku.
Udah dua tahun juga aku sendirian. Kalau kamu gimana? Kabarnya terakhir, aku lihat kamu senyum di story IG. Seneng sih. Tapi nggak kayak dulu, karena kamu posting juga pacar kamu. Eh, kalian pacaran kan? Nggak adik-kakak an kayak kita dulu?
Kamu dulu waktu masih kita suka tukar pesan. Sering anggap aku sebagai kakak kamu. Kakak laki-laki yang rela kasih nasihat ke kamu tentang semua hal. Mulai dari pola makan, jam tidur, sampai tentang perasaan. Tapi sayangnya kalau udah masuk soal perasaan, kamu pasti bilang, “makasih, ya, mas.” lalu kirim emotikon senyum atau ketawa. Yang aku kira, itu seperti sebuah barrier kalau kita nggak akan pernah bisa lebih jauh daripada sekedar adik-kakak.
Kalau diingat-ingat lagi. Menyebalkan memang, aku yang berharap sama kamu buat bisa jadian, tapi kamu malah pilih yang lainnya. Kira-kira dia sebaik aku nggak, ya?
Aku mikir. Kamu bisa balik ke aku dan jadi kayak dulu lagi nggak ya? Jadi yang kamu cari waktu ada apa-apa. Yang tiba-tiba kasih kabar meskipun nggak sedang punya masalah. Dan teman cerita. Aku kangen kamu.
Tulisanku untuk bab ini mungkin nggak bisa banyak. Tapi juga nggak sedikit juga. Selama dua tahun aku tanpa kamu, duniaku sepi tanpa punya tempat cerita. Bukan nggak ada sama sekali. Tapi karena nggak semua hal bisa orang lain terima. Kalau cerita ke tuhan, dia lebih maha tau, aku jadi malu. Tapi kalau sama kamu, semuanya kayak nggak ada beban aja. Bisa lepas, bebas, kadang kamu malah yang ingetin aku kalau omonganku yang kelewatan. Kalau sekarang? Nggak tau, nggak ada aja. Sepi.
Aku pengin cerita ke kamu lewat tulisan ini, tentang apa saja yang sudah aku lalui selama dua tahun ini tanpa kamu. Banyak banget. Mulai dari sakit hati, sampai coba buka hati tapi susahnya setengah mati. Coba deket sama cewek, tapi aku yang nggak cocok. Coba lagi deket sama cewek, udah cocok sih, tapi dia yang nggak cocok.
Kasihan banget, ya? Nggak apa-apa. Kalau kata banyak orang, selagi kita udah usaha dan gagal, pasti ada gantinya. Yang lebih baik, yang lebih sempurna, yang mau terima kita apa adanya. Kayak kamu, yang udah punya pacar dan semoga mau terima kamu apa adanya seperti aku terima kepergian kamu tanpa kata pisah apa-apa.
Pisah? Emang kita kapan sama-samanya?
Kepedean banget aku. Hehehe.
Kamu apa kabar? Sepi nih, nggak ada teman cerita. Semua temanku sibuk. Nggak jarang juga, waktu aku mau cerita justru aku yang dengerin mereka yang cerita. Kadang juga waktu aku udah cerita, mereka malah kasih solusi. Padahal aku cuma pengin cerita aja. Ada juga yang blamming ke aku, padahal aku belum selesai cerita. Ngeselin banget nggak sih?
***
Komentar