TERIMA KASIH PATAH HATI

 Ceritanya Singkat, Kenangannya Terus Diingat.

 

Setiap hal pasti ada ujungnya. Setiap yang tumbuh pasti ada bibitnya. Setiap yang patah pasti pernah jatuh cinta. Semua punya awal untuk menjadikan tujuan sebagai akhir dari setiap cerita. Terlepas dari bahagia atau derita, cinta juga dapat tumbuh secara tiba-tiba meski akhirnya lenyap asing tak tersisa.

Geovani Tirta Nasution. Laki-laki yang tengah beranjak dewasa menunggalkan usia remajanya itu juga merasakan hal yang sama. Setelah kisah cinta yang membuat iri seluruh bunga di taman karena keindahannya, akhirnya juga harus layu bersama ranting hatinya yang patah karena cinta.

Kini genap dua tahun setelah perpisahannya dengan mantan kekasihnya, Alea. Geo lememutuskan untuk menunda jatuh cinta kembali. Dia masih terlalu takut untuk membuka hatinya untuk orang lain yang ingin masuk mengisi kekosongan di sana. Trauma Geo berawal dari pengalaman terakhirnya bersama dengan Alea.

“Kita selesai aja, ya.”

“Selesai? Maksud kamu apa, Lea?”

“Aku pengin kita selesai dari hubungan ini. Aku capek.”

“Kamu kenapa, Lea? Kenapa tiba-tiba ingin selesai? Aku salah apa? Kita kenapa? Bukannya selama ini kita baik-baik aja?”

Geo bertanya dengan penuh rasa kebingungan. Dia bingung karena tiba-tiba saja Alea yang baru tiga bulan menjadi kekasihnya itu meminta untuk mengakhiri hubungan diantara mereka berdua.

“Kita nggak kenapa-kenapa. Kamu juga nggak salah, kok. Cuman aku yang salah karena hubungan kita selama ini hanya ada di kamu aja. Kamu yang rela lakuin segala hal buat aku. Usaha kamu bahagiain aku. Tapi aku yang justru nggak ngerasain apa-apa sama kamu.”

Obrolan Geovani dan Alea waktu itu terjadi di tepi jalan kota saat rintik hujan mulai turun perlahan. Geo berusaha menyakinkan diri kepada Alea untuk tetap mempertahankan hubungan mereka.

“Kita masih bisa usahain lagi, Lea. Pelan-pelan juga nggak apa-apa. Aku bisa tunggu kamu.”

“Iya, aku yakin kamu pasti bisa. Tapi itu kamu, Geo. Bukan aku.”

Tubuh mereka berdiri saling berhadapan. Pandangan mata saling tertuju satu sama lainnya. Untuk beberapa kali, angin berhembus mengibarkan rambut mereka. Geo lalu mengajaknya untuk berteduh di teras salah satu toko yang sudah tutup namun lampunya masih menyala.

“Kita usahain lagi, ya, Lea,” Geo masih membujuk Alea dengan nada bicara lembut ciri khasnya.

Bagi Geo, Alea adalah satu-satunya wanita yang dia cintai. Dia rela melakukan apa saja untuk membuat Lea tertawa dan bahagia.

“Aku sudah usahain diri aku juga buat bisa suka sama kamu, Geo. Setiap kita ketemu aku selalu berusaha untuk yakinin diri aku kalau kamu adalah yang terbaik. Tapi semua percuma. Diri aku masih tetap gagal. Nggak ada rasanya.”

“Jadi.. kamu mau kita selesai di sini? Cuma sampai sini aja?”

Nada bicara Geo tetap lembut. Namun pandangannya sayu nampak kecewa. Seperti ada retak di dalam dirinya, meski senyum palsu dia berikan.

“Kita memang nggak bisa terusin lagi hubungan ini,” kata Alea sambil menatap jalanan kota yang mulai melenggang akibat hujan semakin deras mengguyur.

Tanpa ada pembicaraan lebih panjang. Geo membuka jaket yang dia kenakan lalu menyelimutkan ke tubuh kecil Alea. “Kalau itu mau kamu, nggak apa-apa. Tapi jangan sampai kamu nanti jadi sakit karena pulang dari sini, tubuh kamu jadi basah dan kedinginan.”

Alea menerima jaket Geo. Dia melindungi tubuhnya dengan jaket Geo yang sudah tertutup menutupi tubuhnya.

“Maaf, malam ini aku nggak bisa antar kamu sampai rumah,” ujar Geo kemudian pergi meninggalkan Alea sendirian. Dia berjalan pelan di bawah hujan malam itu.

Alea masih tetap terdiam dan hanya mampu meminta maaf dari dalam hati, karena rasanya terlalu berat untuk diungkapkan kepada orang yang sudah dibuat patah hatinya olehnya. Air mata Alea jatuh perlahan.

“Maafin aku, Geo.”

Untungnya hujan turun malam itu, Geo yang pergi meninggalkan Alea menangis bersama butir-butir air dari langit. Wajah sedihnya tersamarkan bersama hujan deras.

Di tengah perjalanannya menuju rumah, Geo menghentikan langkahnya untuk beberapa saat. Menatap ke arah langit, lalu berteriak kencang.

“Arghhh!!!”

Patah hati untuk yang kesekian kalinya, padahal Alea adalah cinta pertama yang mau menerima Geo sebagai kekasihnya. Cinta pertama sekaligus patah hati terparah yang pernah Geo alami sepanjang hudupnya.

Dua minggu sejak hubungan diantara mereka berdua selesai, Geo masih sering menangisi kekasih satu-satunya itu. Kekasih yang kini sudah menjadi asing hanya dalam waktu yang singkat. Yang memberikan cerita perjalanan indah dalam hidup Geo sekaligus luka paling menyiksa hingga dua tahun lamanya.

 

*SELESAI*

Komentar

Postingan Populer