RINDU, LUKA, TRAUMA
Kau tau, apa yang lebih menyakitkan
Dari sebuah rindu yang tak terbalaskan
Dia adalah jatuh cinta sendirian
Namun sempat diberi pengharapan
Kau menerima yang datang dengan lapang
Menemani setiap langkah dengan riang
Hadir di setiap waktu luang
Lalu kemudian pergi menghilang
Setelah apa yang kau lakukan
Kau seolah melupakan
Setelah apa yang kita bicarakan
Kau lupa bahwa itu adalah sebuah harapan
Akal bulusmu merasuk dalam nadi
Menggeluti setiap nadir tanpa henti
Menikmati seperti tiada henti
Mati tak tersisa kembali
Lantas apa yang lebih menikam dari ini
Dari sebuah harapan semu janji
Kau tusuk duri berupa jemari
Kata-kata suci tak terucap lagi
Manis tutur katamu
Lembut tingkah lakumu
Neraka bagi yang menerima
Cipta khayal sebuah cerita
Maumu itu apa?
Membuatku jatuh cinta
Lalu pergi seenaknya?
Dasar anjing betina
Lupakan saja cerita kita
Samudera cinta itu kini sirna
Berubah warna dari ceria menjadi gelap gulita
Legam tanpa cahaya
Kau pergi tanpa kata pisah
Bangsat seantero dunia
Merpati putih kini kehilangan sayapnya
Terbang tanpa arah
Hendak pulang kemana setelahnya?
Rumah kita telah membaur dengan tanah
Roboh tak tersisa
Puingnya lenyap menjadi trauma
Kini telah selesai cerita ceria
Tramua telah membabi buta
Takut terbuka akan asmara
Kau tetap tampak tak perduli sepertinya
Selamat atas duka yang masih terbuka
Kau memang pemenangnya
Dan rasa tersisa tak tau harus apa
Menuntut kembali secara paksa
Lebih baik mati daripada seperti ini
Terimakasih patah hati
Luka ini masih ada
Dan kau telah bersama dengan yang lainnya
Cipt. Seekor Ikan
Komentar